Free Flower Cursors at www.totallyfreecursors.com
endria46

Rabu, 07 Desember 2011

Makalah Tentang Kepemimpinan







Di susun oleh
Nama :Endri Ariyanti
No :3011030001
Kelas :3A

AMIK AMIKOM CIPTA DHARMA SURAKARTA



Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini penulis akan membahas beberapa permasalahan,yaitu:
1) Bagaiman hakikat menjadi seorang pemimpin?
2) Adakah teori – teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
3) Apa dan bagaiman menjadi pemimpin yang melayani?
4) Apa dan bagaiman menjadi pemimpin yang melayani?
5) Bagaiman hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan?
1.3 Tujuan
Tujuan makalah ini di buat adalah Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan dan kearifan lokal.

Bab II Pembahasan
1. Hakikat Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari-hari,masyarakat selalu membutuhkan adanya pemimpin.Didalam kehidupan rumah tangga perlu diadakan pemimpin atau kepala Ini semua menunjukkan betapa pentingnya kedudukan pemimpin dalam suatu masyarakat,baik dalam skala yang kecil apalagi skala yang besar
Beberapa ahli berpendapat tentang Pemimpin,beberapa diantaranya:
1. Menurut Robert Tanembaum,pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan,mengarahkan,mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab,supaya semua bagian pekerjaan di koordinasi demi tercapainya tujuan perusahaan.
2. Menurut Lao Tzu,Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain,sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpin.
3. Menurut Davis and Filley,Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
4. Menurut Drs.H.Malayu S.P.Hasibuan,Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
2. Teori – teori menjadi pemimpin yang baik
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
 Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
 Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
 Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
 Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
a. Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
b. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
c. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
d. Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
 Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi , kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Diantara beberapa gaya kepemimpinan, terdapat pemimpin yang positif dan negatif, dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Apabila pendekatan dalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomis maupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif. Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment, berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Pendekatan kedua ini dapat menghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkan kerugian manusiawi.

3. Apa dan bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
Bukan nasib pemimpin untuk dilayani,melainkan lebih merupakan haknya untuk melayani.Ich Dien (saya melayani)tampak sangat penting pada symbol PangeranWales.Kata-kata itu ditulisakan dengan sangat sederhana,”Sya melayani.”penerapan kredo ini yang menjadi dasar untuk “pemimpin yang melayani” ketika dia berkata,”Kami memerintah demi kebaikan orang yang diperintah.”Saya membuat parafrasa kalimat ini sebagai, “Kami memimpin demi kebaikan orang yang di pimpin.”
Pemimpin yang matang memiliki :
1. Tujuan yang sangat jelas
2. Suara yang lembut,tetapi keras namun terkadang perlu berteriak
3. Cadangan energy yang besar
4. Kematangan pikiran dan emosi
5. Kedamaian dan ketenangan dalam diri yang mendukung stabilitas saat menghadapi kekacauan
6. Ego yang dikelola dengan baik
7. Kebebasan dari arogansi dan suasana hati
8. Perasaan kuat tentang hal yang benar-benar penting¬¬ –insting untuk hal penting.
Pemimoin memerlukan lebih dari sekedar integritas untuk bias berhasil.tetapi tanpa integritas dan keyakinan yang memotivasi,pemimpin tidak mungkin berhasil.Pemimpin yang efektif selalu tidak puas dan menanamkan perasaan itu di dalam diri “pasukannya.” Itu adalah jenis ketidakpuasan yang sehat untuk mendorong para bawahannya mencapai tingkat kinerja lebih tinggi.
Mengembangkan kulaitas pemimpin yang melayani adalah hal yang sulit karena pemimpin yang melyani harus lebih mementingkan orang lain dari pada diri sendiri.pemimpin yang melayani adalah seorang pemimpin dengan pengikut yang ia bantu untuk berkembang dalam reputasi,kemampuan atau dalam sejumlah hal member kontribusi untuk membangun mereka menjadi orang yang lebih berguna dan bahagia.tidak semua manajer/pemimpin yang sukses benar-benar menjadi pemimpin yang melayani.
Pemimpin yang melayani adalah orang dengan rasa kemanusian yang tinggi.seperti dinyatakan oleh Shakerpeare, “ia harus punya kekuatan untuk menyakiti,namun tidak akan menyakiti.


4. Pemimpin yang sejati
Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, banyak orang muda yang mengalami kesulitan ketika diberi tanggung jawab untuk mengorganisasikan suatu sistem. Akan tetapi banyak pula yang menganggap memimpin adalah hal yang mudah, tak ubahnya seperti layaknya seorang bos yang menerapkan otoritas pada bawahan, cukup dengan memberi job description yang harus dikerjakan, membuat bawahan agar mematuhi aturan/kebijakan yang berlaku dalam company tersebut, dan membuat bawahan tidak bersuara (tidak melakukan aksi protes/menyuarakan hak-haknya yang dapat merugikan bos dan company).
Para profesional muda mengganggap bahwa tingkat pendidikan, jabatan/posisi yang mereka duduki saat ini sudah menunjukkan bagaimana hebatnya kepemimpinan yang mereka terapkan. Banyak orang salah kaprah mengatakan bahwa manajer adalah seorang pemimpin. Manajer benar adalah seorang pimpinan akan tetapi belum tentu manajer adalah seorang pemimpin. Banyak manajer yang ditakuti oleh bawahan dan banyak juga manajer yang bertangan besi dalam memimpin sehingga acapkali kita mendengar label dari bawahan untuk bosnya yakni bos macan, bos harimau, bos bertangan besi, bos berkicau, bos berwajah hantu, dan lain sebagainya.
Mungkin anda memiliki labeling lain buat pimpinan anda di perusahaan. Mengapa banyak labeling-labeling yang muncul yang kadangkala menjadi bahan lelucon/humor segar di kalangan bawahan?? Atau mungkin malahan si “bos“ merasa bangga dengan labeling yang dia peroleh, yang membuat dia merasa ditakuti oleh bawahan dan menjadi orang yang hebat yang dapat membuat orang lain tak berani berkutik di hadapannya. Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, untuk memimpin sekelompok orang saja yang terdiri dari grup kecil 3-4 orang, tidak semua orang dapat melakukannya.
Menyatukan berbagai perbedaan sudut pandang, pola pikir, dan karakter masing-masing orang bukanlah hal yang mudah seperti melipat tangan atau menendang sebuah bola. Banyak benturan yang akan terjadi selama proses penyatuan berbagai perbedaan tersebut, di sinilah dibutuhkan seorang pemimpin. Dapat kita bayangkan betapa sulitnya memimpin grup kecil apalagi dalam lingkup yang lebih luas seperti company atau bahkan sebuah negara. Abad 21 ini diwarnai dengan banyaknya sistem dan kompleksitas dalam setiap bidang kehidupan, birokrasi yang panjang dan bertele-tele juga menjadi semakin kompleks.
Efisiensi dan efektivitas sudah jarang kita temui dalam aspek kehidupan kita. Di abad ini kita semua membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menciptakan tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih dalam aspek kehidupan umat manusia. Hal ini menjadikan wacana yang tak pernah habis untuk dibicarakan. Sosok pemimpin bagaimana yang menjadi idaman dan bagaimana kriteria pemimpin yang ideal. Kriteria Seorang Pemimpin Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria, yaitu memiliki:

A. Pengaruh
Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal PENGARUH). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh Kriteria seorang Pemimpin yang punya Pengaruh.
B. Kekuasaan/power
Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
C. Wewenang
Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.
D. Pengikut
Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.Hal-hal yang disebutkan di atas adalah kriteria yang setidaknya pasti kita jumpai pada seorang pemimpin.
Dari ilmu yang saya dapatkan, pengalaman, dan juga apa yang saya saksikan pada diri seorang pemimpin saya merangkum setidaknya ada 4 hal yang dapat dijadikan kriteria sebagai pemimpin yang ideal. Dan untuk selanjutnya sebutan pemimpin ideal ini saya ganti menjadi pemimpin sejati.
Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:
1. Visioner: Punya tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan hidup anda adalah poros hidup anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bagi dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous).
Banyak hal yang harus dipelajari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong skill kepemimpinan akan meningkat.
4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa Depan
Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya. “Hadiah terbesar yang diberikan oleh kehidupan adalah kesempatan untuk bekerja keras dalam pekerjaan yang layak dilakukan.” - Theodore Rooseve
KIAT JADI PEMIMPIN SEJATI
1. Pemimpin sejati mampu memimpin dirinya sendiri.
Tapi seorang pemimpin sejati harus mengetahui bagaimana caranya memimpin dirinya sendiri. Tidak hanya memberikan contoh baik kepada karyawannya, tetapi ikut berperan serta, bekerja, atau terlibat dalam seluruh pekerjaan.
2. Jangan jadikan kerajaan.
3. Selalu terbuka mencari bentuk baru.
Salah satu kunci keberhasilan dari menjalankan bisnis adalah mengulang-ulang sesuatu yang terbukti berhasil. Pemimpin sejati mengakui keberhasilannya tetapi juga menyadari bahwa selalu ada jalan lain untuk membuat sesuatu lebih baik lagi.
4. Kepribadian kuat & tanggung jawab.
5. Menuntaskan pekerjaan.
6. Beri penghargaan selayaknya.
7. Tak berhenti belajar.
5. Hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan
Kearifan local yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya dengan pengetahuan, kecerdikan,kepandaian, keberilmuan, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relative pelik dan rumit,
Dalam suatu local (daerah ) tentunya selalu diharapkan kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang (harmonis). Kehidupan yang penuh kedamaian dan suka cita. Kehidupan yang dipimpin oleh pimpinan yang dihormati bawahannya. Kehidupan yang teratur dan terarah yang dipimpin oleh pimpinan yang mampu menciptakan suasana kondusif.
Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Serangkaian masalah tidaklah boleh didiamkan. Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul.
Manusia di besarkan masalah. Dalam kehidupan local masyarakat, setiap masalah yang muncul dapat ditanggulangi dengan kearifan local masyarakat setempat.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://edukasi.kompasiana.com/2010/02/14/menjadi-pemimpin-sejati/
2. Judul Buku:Pemimpin yang melayani
Penulis:Robert P. NEUSCHEL
3. Judul Buku : Bekal Menjadi Pemimpin
Penulis : Drs. H. A. Yani
Pengantar : Hidayat Nur Wahid
Penerbit : Pustaka Intermasa
Volume : 126 halaman

0 komentar:

Posting Komentar